
NABIRE – Ketua DPD I KNPI Provinsi Papua Tengah, Yustinus Tebai, SE, memberikan pernyataan tegas mengenai arah pergerakan pemuda di provinsi baru tersebut. Bertempat di RRI Nabire, Jumat (25/04/2026), Yustinus menekankan bahwa masa depan Papua Tengah bergantung pada kemampuan pemudanya dalam meninggalkan gengsi dan sekat perbedaan.
Dalam sambutannya di sela agenda Rakerda Pemuda Katolik, Yustinus menyampaikan tiga pesan kunci sebagai fondasi perjuangan pemuda di tanah Papua Tengah.

1. Persatuan di Atas Segalanya
Yustinus mengingatkan bahwa perbedaan latar belakang, suku, maupun kelompok tidak boleh menjadi tembok pemisah. Ia menuntut para pemuda untuk lebih mengedepankan kepentingan daerah daripada ego sektoral.
“Pemuda Papua Tengah harus bersatu dan tidak membangun gengsi di antara sesama,” tegas Yustinus. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki saat ini seharusnya menjadi kekuatan untuk bergerak bersama, bukan alasan untuk terpecah belah.

2. Organisasi Tanpa Diskriminasi Agama
Sebagai pimpinan induk organisasi kepemudaan, Yustinus menegaskan bahwa dalam membangun daerah, agama tidak boleh menjadi instrumen pembeda yang menghambat kolaborasi. Semangat lintas iman menjadi hal yang mutlak.
“Yang terpenting adalah satu tujuan: membangun Papua Tengah yang terang. Di dalam organisasi kepemudaan, semangat ini harus menjadi fondasi kolaborasi agar kita tetap fokus pada kemajuan masyarakat,” lanjutnya.
3. Kolaborasi Nyata, Bukan Sekadar Wacana
Tak hanya memberikan imbauan, DPD I KNPI Papua Tengah menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program-program yang digagas oleh Pemuda Katolik. Dukungan ini akan diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan berbagai organisasi mitra lainnya.
Langkah ini diambil guna memastikan setiap program kerja organisasi kepemudaan tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.
Menjadi Terang bagi Tanah Papua
Mengakhiri pernyataannya, Yustinus Tebai memberikan apresiasi serta ucapan selamat atas terselenggaranya Rakerda I Pemuda Katolik Papua Tengah. Ia berharap momentum ini menjadi titik tolak kebangkitan pemuda yang inklusif.
“Mari kita buktikan bahwa pemuda Papua Tengah mampu menjadi terang bagi tanahnya sendiri,” pungkas Tebai optimistis.
Penulis: Jeri. P Degei
Editor: Redaksi








Tinggalkan Balasan