
LEBAK – Kabupaten Lebak mulai menunjukkan tajinya sebagai destinasi investasi strategis di Provinsi Banten. Bupati Lebak, Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya, secara resmi membuka pintu bagi para investor besar untuk mengembangkan potensi daerah dengan pendekatan yang lebih progresif.
Hal ini terlihat saat Bupati Hasbi menerima audiensi langsung dari Jababeka Group yang mendampingi sejumlah investor asal Jepang di Gedung Negara Bupati Lebak, Jumat (24/04/2026). Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa Lebak kini berada dalam radar ekspansi industri berskala internasional.
Fokus pada Dampak Ekonomi Lokal
Bupati Hasbi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lebak sangat terbuka terhadap kehadiran pemodal, namun ia memberikan catatan penting: investasi yang masuk harus memberikan dampak nyata bagi rakyat Lebak.
“Yang kami kejar bukan hanya sekadar investasi masuk, tapi bagaimana kehadiran mereka mampu menggerakkan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja seluas-luasnya, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal,” tegas Hasbi di hadapan perwakilan Jababeka dan investor Jepang.
Ia berharap Lebak tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor utama yang mendapatkan manfaat dari setiap pembangunan industri yang dilakukan.

Janji Kemudahan Perizinan dan Regulasi
Guna memenangkan persaingan dengan daerah lain di Jawa Barat maupun Banten, Pemkab Lebak berkomitmen untuk melakukan transformasi birokrasi. Hasbi menjanjikan penyederhanaan proses perizinan dan dukungan regulasi yang lebih ramah bagi para pelaku usaha.
“Kemudahan birokrasi adalah kunci. Kami siap beradaptasi dengan kebutuhan investor agar mereka merasa aman dan nyaman menanamkan modalnya di sini,” tambahnya.
Lebak Menuju Pusat Pertumbuhan Baru
Kehadiran Jababeka Group—yang dikenal sukses membangun kawasan industri terintegrasi—bersama investor Jepang, memberikan harapan baru bagi wajah ekonomi Lebak. Sinergi ini berpotensi mengubah status Lebak dari sekadar daerah penyangga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Banten Selatan.
Jika kerja sama strategis ini terealisasi, sektor industri manufaktur dan jasa diperkirakan akan tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan, menjadikan investasi sebagai motor utama penggerak kesejahteraan di Kabupaten Lebak. (ded)








Tinggalkan Balasan