
KARAWANG – Jagat maya kembali dihebohkan dengan aksi dugaan premanisme yang menyasar pedagang kecil di wilayah Karawang. Sebuah video amatir yang memperlihatkan tindakan intimidasi dua orang pria terhadap pedagang di kawasan Ciselang, Cikampek, viral di media sosial dan memicu kemarahan netizen.
Aksi arogan tersebut kini tengah dalam penanganan serius aparat kepolisian setelah video tersebut mendapatkan atensi luas.
Ancam Acak-acak Lapak Tanpa Alasan Jelas
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @info_karawang, terlihat dua orang pria mendatangi lapak pedagang dengan nada bicara tinggi dan penuh ancaman. Tanpa alasan yang jelas, mereka memaksa pedagang untuk segera menutup lapaknya saat itu juga.
Keterangan dalam unggahan tersebut menyebutkan bahwa kedua pria itu tidak segan-segan melontarkan ancaman akan mengacak-acak lapak dagangan jika permintaan mereka tidak segera dituruti. Sontak, aksi ini memicu keresahan bagi para pedagang yang tengah berjuang mencari nafkah di kawasan tersebut.
Respons Cepat Polres Karawang
Viralnya video tersebut langsung direspons cepat oleh jajaran Polres Karawang. Melalui akun resminya, pihak kepolisian memastikan bahwa laporan tersebut telah ditindaklanjuti oleh unit terkait di lapangan.

“Terima kasih atas informasinya, untuk pelapor sudah ditemui dan dimintai keterangan oleh @humaspolsekkotabarukarawang dan @kapolsek_kotabaru,” tulis pihak Polres Karawang di kolom komentar unggahan tersebut.
Saat ini, pihak Polsek Kotabaru tengah melakukan pendalaman intensif untuk mengungkap motif di balik aksi kedua pria tersebut. Langkah cepat ini mendapat apresiasi dari masyarakat yang berharap adanya efek jera bagi pelaku premanisme.
Polisi Imbau Warga Tetap Melapor
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih menelusuri identitas kedua pria dalam video tersebut untuk diproses secara hukum. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Karawang agar tidak takut melaporkan segala bentuk tindakan intimidasi atau premanisme yang terjadi di lingkungan mereka.
“Kami meminta warga untuk tetap tenang dan segera melapor jika menemukan tindakan serupa di lapangan agar kondusivitas wilayah tetap terjaga,” pungkas pihak kepolisian.








Tinggalkan Balasan